Badan Riset Dan Inovasi Daerah

Indeks Daya Saing Daerah 2025, Kota Lubuk Linggau Raih Skor 3,88

Super Admin
Indeks Daya Saing Daerah 2025, Kota Lubuk Linggau Raih Skor 3,88

Lubuk Linggau – Pemerintah Kota Lubuk Linggau melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) mencatat capaian positif dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis, Kota Lubuk Linggau memperoleh skor 3,88, lebih tinggi dibandingkan skor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan rata-rata nasional yang masing-masing berada pada angka 3,53.

Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) merupakan indikator yang menggabungkan berbagai potensi dan kemampuan suatu daerah untuk bersaing dengan daerah lainnya. Penilaian ini mencerminkan kondisi dan performa daerah dalam berbagai pilar strategis pembangunan.

Secara rinci, capaian Kota Lubuk Linggau pada sejumlah pilar menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Pada aspek Institusi, kota ini meraih skor 4,53. Pilar Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bahkan mencatat skor tinggi sebesar 4,78. Sementara itu, Stabilitas Ekonomi Makro memperoleh skor 4,04, Kesehatan 3,80, dan Skill atau keterampilan sumber daya manusia 4,22.

Di sisi lain, beberapa pilar masih perlu menjadi perhatian untuk ditingkatkan, seperti Infrastruktur dengan skor 3,38. Pada kelompok pilar lainnya, Pasar Produk mencatat skor tertinggi yakni 5,00, disusul Ukuran Pasar 3,80 dan Pasar Tenaga Kerja 3,54. Adapun Sistem Keuangan memperoleh skor 3,39, Dinamika Bisnis 3,04, serta Kapabilitas Inovasi 3,05.

Capaian ini menunjukkan bahwa Kota Lubuk Linggau memiliki daya saing yang relatif kuat, khususnya pada sektor pasar produk dan adopsi teknologi. Namun demikian, penguatan pada sektor infrastruktur, dinamika bisnis, dan inovasi tetap diperlukan agar daya saing daerah semakin meningkat di masa mendatang.

Data ini bersumber dari BRIN (2026) dan menjadi salah satu tolok ukur penting dalam perencanaan pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi.

Dengan hasil tersebut, Pemerintah Kota Lubuk Linggau diharapkan terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempertahankan bahkan meningkatkan daya saing daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Berita Terkait

27